Pria Tewas Gantung Diri di Passo, Polisi Temukan Surat Wasiat

Ambon, Liputan Maluku, — Seorang Pria Demi Titarsole (67) ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di rumahnya di BTN Passo Indah, Desa Passo, Ambon, Maluku Sabtu (2/10).

Demi Titarsole ditemukan tewas tergantung menggunakan tali rapia warna putih yang diikat di fentilasi kamar rumahnya. Saat ditemukan, korban menggunakan baju kaos oblong warna putih dan celana panjang biru muda memakai masker dua lapis warna hitam dan abu-abu dengan posisi tergantung di dinding tembok.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Isaac Leitemia yang dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi terkait peristiwa warga tewas gantung diri.

“Belum terima laporannya coba konfirmasi ke Kapolsek karena baket laporan kerjanya belum ada,”ujar Leitemia, Sabtu (2/10) malam.

Kapolsek Baguala Ajun Komisaris Polisi Morlan Hutahean yang dikonfirmasi pun perihal peristiwa warga bunuh diri namun pesan pendek yang dikirim belum juga direspons.

Berdasarkan baket yang diterima menerangkan bahwa polisi menemukan sejumlah uang yang diisi dalam kantong plastik putih bening dan surat wasiat yang ditulis sang korban sebelum memutuskan bunuh diri berisi penyesalan.

“Ditemukan surat wasiat di tempat tidur yang isinya “Saya meminta maaf kepada keluarga serta meminta untuk jenazah saya di pulangkan ke Desa Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.”

Saksi Marlin Patty (40) menemukan korban saat hendak mengantarkan makanan ke kamar namun setelah mengetuk pintu kamar korban tidak bersuara. Saksi pun memutuskan untuk melaporkan kepada sang ayah Johanes Patty.

Mereka lantas menengok korban dan mengetuk pintu kamar beberapa kali namun korban tak menjawab panggilan. Sang ayah pun berjalan menuju jendela kamar di bagian belakang rumah dan membuka jendela. Setelah jendela kamar berhasil dibuka mereka melihat korban dalam posisi tergantung pada sekitar pukul 13.30 WIT.

Marlin Patty (40) lalu menelepon Victor Patty (30) untuk melapor peristiwa tersebut kepada ketua Rukun Tetangga (RT).

Personel Identifikasi Polresta Ambon yang tiba dilokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban tergantung menggunakan seutas tali rapia pada pukul 15.00 WIT.

Jenazah langsung di bawah ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tantui untuk melakukan otupsi. Hanya saja, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

Menurut warga di Desa Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah bahwa korban sebelum tewas bunuh diri sempat tinggal di sini. Korban memutuskan untuk hijrah ke Kota Ambon lantaran stres ketika sering mendapat intimidasi warga.

“Korban ke Ambon karena stres dikucilkan oleh warga di Desa Liliboy, korban itu punya pegangan ilmu-ilmu santet,”kata seorang warga. (MG-01)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*