Salampessy Minta Polda Maluku Perioritas Putra Daerah di AKPOL

Ambon, Liputan Maluku, — Pendiri Sayang Maluku Yani Salampessy meminta Polda Maluku memperioritaskan putra daerah saat mengikuti penerimaan calon siswa (Casis) Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2021.

“Kami sarankan Casis AKPOL itu benar-benar orang Maluku, bukan orang luar Maluku,”tutur Yani saat ditemui di Ambon, Rabu, (23/6) petang.

Yani menduga lima calon siswa AKPOL yang dinyatakan lolos itu bukan delegasi asal Maluku melainkan putra luar Maluku. Ini, kata dia tidak boleh terjadi di tubuh Polda Maluku karena putra-putri asal Maluku memiliki potensi yang mumpuni untuk diperioritaskan.

“Mudah-mudahan yang lolos itu putra daerah, kalau pun bukan sangat disayangkan, “ujarnya.

“Dari informasi yang didapat ada orang luar yang baru tinggal 2-3 minggu atau sebelum di Ambon sudah memvonis sebagai warga Ambon dan mengikuti seleksi AKPOL,”ucap Yani.

Yani mengatakan Polda Maluku harus selektif dalam penerimaan calon siswa (Casis) Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) yang mengedepankan putra-putri terbaik asal Maluku bukan memperioritaskan orang-orang dari luar Maluku yang memonopoli kouta AKPOL di Polda Maluku.

“Ada dugaan indikasi dan pola-pola tertentu, sehingga saya harapkan panitia seleksi AKPOL harus jelih dan memperioritaskan putra-putri daerah di 11 Kabupaten Kota di Maluku,”pintanya.

Ketua Granat Provinsi Maluku ini juga menegaskan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon tidak sembarangan dan berhati-hati mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau persyaratan yang berkaitan denga identitas kependudukan.

“Jadi Disdukcapil itu harus memberikan informasi kepada RT/RW terkait dengan keberadaan orang-orang yang berdominsili di Ambon,”imbuh dia.

Tujuannya, kata dia untuk mengawal kouta Casis AKPOL di Polda Maluku untuk tidak dirampas oleh putra-putri dari luar Maluku.

“Ini yang harus diperhatikan oleh instansi Capil, kalau dibiarkan terus kouta AKPOL diduduki oleh orang luar Maluku,”katanya.

Sebelumnya, Panitia Penerimaan Daerah (Panda) Polda Maluku mengumumkan sebanyak lima orang calon siswa (Casis) Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2021 dinyatakan lulus, Rabu (23/6).

mereka masing-masing Trevian Yosafat Pardamean S, Muhammad Rizak T Darwis, Muhammad Diaz Akhsani T, Ezekiel Abner K. Maelissa, dan Rangga Amard H.

Rencana, mereka akan diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani tahapan seleksi akhir di Markas Besar (Mabes) Polri.

Mereka dinyatakan lulus melalui Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Tingkat Panda Polda Maluku yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri yang berlangsung di Rupatama Mapolda Maluku, Rabu (23/6).

Kapolda dampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, Irwasda, Karo Rena, Direktur Intelkam, Direktur Samapta, Kabid Dokkes dan seluruh panitia baik internal, maupun external Panda Polda Maluku.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang disiarkan virtual mengingatkan para Casis yang lulus tidak terpilih bisa melanjutkan pendidikan Bintara Polri.

“Kepada peserta yang lulus tidak terpilih dapat melanjutkan pendidikan bintara dan bisa juga untuk menunggu tahun depan,” katanya.

Terpisah, Kapolda Maluku Refdi Andri, menyampaikan terimah kasih kepada seluruh panitia baik internal maupun external. Ucapan serupa juga diberikan kepada seluruh peserta seleksi dan para orang tua.

Apresiasi ini dilontarkan saat memimpin langsung sidang terbuka kelulusan akhir tingkat Panda Polda Maluku kepada panitia, peserta dan para orang tua siswa karena sudah melaksanakan tahapan-tahapan seleksi mulai dari tahap pertama hingga tahapan terakhir.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kuota penerimaan Taruna AKPOL yang saat ini hanya 5 peserta saja untuk melanjutkan seleksi di tingkat Mabes. Kami harapkan untuk tidak berkecil hati,”ucapnya.

Untuk diketahui, tahapan akhir seleksi di tingkat Panda Polda Maluku diikuti sebanyak 12 orang peserta. Namun yang dinyatakan lulus 5 orang. (MG-01).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*